Kalah di Ramadi, ISIS Bakar Hidup-Hidup Pasukannya

Silviana Dharma, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 00:00 WIB
ISIS bakar hidup-hidup pasukannya yang kalah di Ramadi. (Foto: Mirror)
Share :

Hukuman yang tak berprikemanusiaan dari ISIS, sekali lagi menunjukkan bahwa teroris hanya membawa kesengsaraan bagi pihak yang diteror maupun mereka yang memilih bergabung di dalamnya.

Anak-anak, perempuan, lansia maupun laki-laki dewasa, semuanya hanya akan jadi tumbal untuk kepentingan segelintir orang di atasnya.

“Mereka senang menyiksa dan membunuh untuk mengintimidasi orang. ISIS itu rapuh, keropos di dalamnya dan penuh paranoid antar sesama mereka sendiri,” tukas Michael Pregent, pakar terorisme sekaligus mantan penasihat intelijen Jenderal Irak David Petraeus.

Pregent menambahkan, eksekusi mati terhadap anak-anak dan perempuan dimanfaatkan ISIS hanya sekadar untuk mengintimidasi. Logika mereka, semakin keras hukumannya, semakin bagus. Padahal, semakin keras sanksinya, akan semakin payah (desperate) kepemimpinannya.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya