JAKARTA - Maraknya pembobolan tas penumpang di bagasi pesawat dan bandara mendapatkan perhatian serius berbagai pihak. Untuk itu, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik kebeberapa bandara Internasional di tanah air, seperti Bandara Internasional Ngurah Rai, Bandara Internasional Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Anggota Komisi V DPR RI, Umar Arsal mengatakan, di dalam kasus hilangnya barang berharga penumpang pesawat ada beberapa yang harus diterapkan agar kejadian tersebut tidak terjadi, diantaranya pembenahan sistem, fasilitas dan meningkatkan UMR bagi karyawan khususnya porter.
"Kunjungan kita lakukan, karena hingga saat ini masih kerap terjadi keluhan dari penumpang pesawat yang barangnya suka hilang dan dibuka. Karena itu kita minta pihak manajemen bandara dan Angkasa Pura harus meningkatkan fungsi kerjanya agar penumpang merasa nyaman dan tidak dirugikan serta rasa khawatir,” kata Umar saat dihubungi wartawan, Jumat (15/1/2016).
Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat ini, hilangnya barang penumpang pesawat karena kurangnya pengawasan dan minimnya kamera CCTV serta fasilitas bagi karyawan dibawah standar UMR terutama pekerja porter minim.