“Kita meminta kepada pihak bandara agar dipasang CCTV dari pemindahan barang-barang milik penumpang hingga masuk bagasi pesawat,” sambung anggota DPR asal dapil Sulawesi Tenggara ini.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR juga mengapresiasi terhadap manajemen Bandara Internasional Juanda Surabaya yang terus berbenah. Alhasil yang dilakukan keluhan para penumpang hilangnya barang-barang tidak terjadi.
“Informasi dari pihak bandara Juanda tahun 2015 tidak ada keluhan penumpang yang hilangnya barang,” kata Umar.
Umar menyebutkan bahwa system yang dilakukan bandara Surabaya cukup baik yakni dengan adanya System Hold Baggage Cleaning, yang dimaksud sistem koneksi terpadu secara otomatis. Menurutnya untuk saat ini, hanya ada beberapa bandara yang sudah melakukan sistem tersebut diantaranya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Medan.
“Kita harapkan semua bandara melakukan sistem tersebut, sehingga diharapkan dapat mengontrol barang-barang milik penumpang," tutupnya.
(Awaludin)