Ini Identitas Empat Terduga Teroris Bom Sarinah

Regina Fiardini, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 16:02 WIB
FOTO: ANTARA
Share :

JAKARTA - Polda Metro Jaya akhirnya berhasil mengidentifikasi tujuh korban tewas dalam peristiwa teror yang terjadi di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis, 16 Januari 2016 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal menjelaskan, di antara tujuh korban tewas tersebut empat di antaranya diduga pelaku, satu orang diduga pelaku atau warga sipil, sementara dua orang lainnya dipastikan warga sipil.

"Korban atas nama Riko itu bisa dipastikan warga sipil karena kita punya bukti otentik yaitu rekaman CCTV," kata Iqbal dalam konferensi pers di ruangannya, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Tidak hanya Riko, Amer yang merupakan warga negara asing (WNA) berkebangsaan Kanada juga dipastikan merupakan warga sipil. Pasalnya, polisi menemukan bukti peluru di tubuh korban yang dilemparkan pelaku.

"Kita sudah punya bukti kuat, dia kena peluru ditembak oleh pelaku di depan Starbucks," ujar Iqbal.

Alhasil, korban atas nama Dian, Afif, Ali, dan Ahmad diduga sebagai pelaku teror yang melakukan serangan di Kawasan Sarinah tersebut. Sementara, untuk Sugito sendiri, pihaknya belum bisa menduga apakah dia termasuk orang yang tergabung dalam jaringan atau justru merupakan masyarakat sipil.

"Sugito bisa iya, bisa tidak. Karena ada bukti yang mengatakan dia termasuk dalam jaringan, namun di sisi lain kita juga punya data kuat yang sama dengan identitas dia yang menjelaskan dia adalah warga sipil," tutupnya.

Berikut adalah data korban terduga pelaku:

1. Dian Jodi Kurniadi (25) kode jenazah 003, korban tewas akibat ledakan yang berada di Pos Polisi Sarinah.

2. Muhammad Ali (39) kode jenazah 006, tewas di halaman Starbucks Cafe.

3. Afif alias Sunakim kode jenazah 004, tewas lantaran bom yang hendak diledakkan berhasil dicegah polisi dengan melayangkan peluru hingga bom mengenai keduanya.

4. Ahmad Muhazan bin Saron kode jenazah 006. Dengan kondisi perut sama dada sudah koyak, lantaran sangat dekat bahkan mepet dengan pusat ledakan. Ahmad tewas di dalam Starbucks Cafe.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya