nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akhir Pekan Ini Polisi Kembali Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Sarinah

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 12:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 24 338 1890770 akhir-pekan-ini-polisi-kembali-lakukan-rekayasa-lalu-lintas-di-simpang-sarinah-8QzWMZEoRb.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Akhir pekan ini polisi kembali melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara ruas jalan di kawasan Simpang Sarinah, Jakarta Pusat, karena akan digunakan sebagai lokasi syuting film tragedi bom Thamrin yang terjadi pada 14 Januari 2016.

"Masih ada dua kali lagi syuting, hari Sabtu dan Minggu ini. Namun, kita mutlak akhir pekan ini tidak menggunakan di tengah jalan. Bus Transjakarta-nya tetep jalan kayak biasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (24/4/2018).

(Baca: Jadi Lokasi Syuting Film Bom Thamrin, Simpang Sarinah Ditutup saat Weekend)

Hasil gambar untuk film bom thamrin, okezone

Simpang Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. (Foto: Ist)

Ia menjelaskan, pihaknya menerapkan sejumlah cara agar kegiatan syuting tidak sampai menggangu aktivitas masyarakat. Polisi bakal meminimalisasi agar kegiatan itu tidak membuat pengendara yang melintas di area tersebut menjadi terganggu.

"Kita terus Evaluasi. Contoh kegiatannya nanti tidak di hari kerja. Kemudian nanti untuk jalannya rekayasanya bisa buka-tutup atau contraflow," ungkapnya.

Sebelumnya, pembuatan film dokumenter sepanjang 22 menit yang menceritakan tragedi ledakan bom di Jalan MH Thamrin pada 14 Januari 2016, ternyata tidak mendapat respons positif. Banyak warganet menolak film tersebut karena pembuatannya harus menutup ruas jalan simpang di sekitar Gedung Sarinah.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan pelaksanaan syuting film dokumenter yang rencananya diangkat ke layar lebar tersebut.

(Baca: Pembuatan Film Bom Thamrin Tuai Kritik, Polri Minta Maaf)

"Kami mohon maaf dari penyelenggara. Syuting ini kita memerlukan waktu, apalagi menggangu kemarin (Sabtu) dan Minggu, lalu kita lihat TKP-nya," ungkap Setyo di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu 22 April 2018.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini