nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Harapan dan Sikap Korban Bom Thamrin

Lina Fitria, Jurnalis · Sabtu 14 Januari 2017 14:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 14 338 1591547 ini-harapan-dan-sikap-korban-bom-thamrin-xVnxui59Sk.jpg Aksi tabur bunga memperingati setahun bom Thamrin (Lina Fitria/Okezone)

JAKARTA – Puluhan orang memperingati setahun peristiwa bom Thamrin dengan aksi tabur bunga di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Massa juga menyampaikan pernyataan sikap dan harapannya di lokasi aksi bom bunuh diri yang menewaskan delapan orang pada 14 Januari 2016.

Aksi damai massa dari Komunitas Sahabat Thamrin, Aliansi Indonesia Damai (AIDA) dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) itu digelar di luar area parkir Starbucks Sarinah dengan doa bersama untuk para korban dilanjutkan dengan menabur bunga untuk mengenang bom Thamrin. Aksi dimulai dengan menyalakan sirine.

Juru Bicara Komunitas Sahabat Thamrin, Dwieky Siti Rhomdoni mengatakan, pemerintah harus memperhatikan para korban bom Thamrin.

"Pengobatan belum tuntas, terutama untuk psikologis korban," ujar Dwieky yang juga korban selamat dari bom Thamrin di sela aksinya, Sabtu (14/1/2017).

Peringatan setahun bom Thamrin juga dihadiri 14 korban selamat dan keluarganya, termasuk empat polisi yang ikut terkena serpihan bom. Dwieky berharap aksi itu bisa menyatukan para korban terutama untuk menuntut perhatian dan kecaman atas aksi teror.

"Mudah-mudahan mereka yang belum gabung bisa gabung. Gabung biat sharing, ketika perlu pengobatan (kita) sama-sama berjuang," ungkapnya.

Massa peringati setahun bom Thamrin menyampaikan pernyataan sikap mengajak masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror. “Tanpa kesigapan dan peran dari semua pihak, aksi terorisme bisa terjadi kapan pun dan menimpa siapapun,” ujanya.

Mereka menudukung kepolisian melakukan pencegahan dini agar tidak terjadi aksi terorisme. “Kami mengajak semua pihak untuk tidak membalas kekerasan dengak kekerasan. Kami mengajak semua pihak untuk tidak membalas ketidakadilan dengan ketidakadilan,” sebut Dwieky.

Pemerintah didesak memberikan perhatian lebih besar dan konkret terhadap korban terorisme dengan seluruh dampak yang dialami.

“Kami mendesak negara untuk mengalokasikan anggarab negara yang memadai untuk memulihkan kondisi korban dalam jangka waktu yang memadai. Kami mendesak seluruh instasi terkait yang berwenang untuk membenahi koordinasi dalam memberikan bantuan dan pemulihan kepada korban,” katanya.

Pemerintah dan DPR RI didesak untuk segera mengesahkan RUU Anti-Terorisme dengan memasukkan ketentuan yang menjamin pemenuhan hak-hak korban.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini