Namun, setelah operasi, pertumbuhannya justru terhambat sehingga mengalami kurang gizi. Bahkan, Kirom dikategorikan mengalami gizi buruk stadium ringan.
Pihak dinas terkait telah melakukan penanganan khusus terhadap kasus Kirom dengan mengikutsertakan yang bersangkutan ke dalam program penanganan gizi buruk Restu Ibu.
"Namun, karena adanya penyakit penyerta, kondisi pertumbuhan balita Mukaromatul Kirom sulit disembuhkan," kata Ratna.
Rata-rata penyakit penyerta yang ditemukan pada kasus kurang gizi pada anak, kata dia, di antaranya TBC, jantung, saluran pernapasan, dan kelainan darah.
Sebanyak 100 balita kurang gizi tersebut saat ini sedang mendapat pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan Ngawi. Dinas juga berusaha untuk menyembuhkan penyakit penyerta yang menyerang si penderita agar segera sembuh sehingga peningkatan gizi dapat dilakukan.