Lima Perahu Kuno Indonesia Ini Pernah Menjelajah Dunia

Rizka Diputra, Jurnalis
Minggu 31 Januari 2016 11:53 WIB
ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Lagu 'Nenek Moyangku Seorang Pelaut' agaknya sangat pantas disematkan kepada bumi nusantara. Ya, ternyata di masa lalu, bahkan pada masa kerajaan terdahulu, banyak sekali orang dari nusantara atau sebelum berdirinya Indonesia yang mengarungi lautan dan singgah ke banyak negara di dunia.

Banyaknya ditemukan perahu kuno yang terbuat dari kayu menjadi saksi bahwa nenek moyang kita memang pelaut ulung. Kali ini Okezone mencoba mengulas perahu kerajaan di nusantara yang pernah menjelajah dunia. Berikut lima perahu kuno tersebut sebagaimana dikutip dari boombastis.com :

Perahu Pinisi

Pinisi ialah kapal layar yang menjadi kebanggaan dan identitas masyarakat Sulawesi Selatan. Kapal ini juga menjadi kapal kebanggaan bangsa Indonesia, lantaran popularitasnya sudah mendunia. Sejak abad ke-14, Kapal Pinisi sudah berlayar dan menjelajah samudera di seluruh dunia.

Hebatnya, kapal ini dibuat oleh tangan-tangan ahli tanpa menggunakan bantuan peralatan modern alias tradisional.

Seluruh bagian kapalnya terbuat dari kayu dan dirangkai tanpa menggunakan paku. Kendati terbuat dari kayu, kapal ini mampu bertahan dari ganasnya terjangan ombak dan badai di lautan lepas.

Yang menarik dari kapal ini juga ialah jumlah tiang utamanya. Terdapat dua buah tiang utama yang mengisyaratkan adanya dua kalimat Syahadat. Selain itu, tujuh buah layar terkembang bermakna jumlah ayat pada surat Al-Fatihah.

Perahu Borobudur

Perahu Borobudur ialah perahu yang ditampilkan dalam relief Candi Borobudur. Perahu dengan dua cadik ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-8 masehi. Perahu tersebut banyak sekali digunakan oleh bangsa bahari Austronesia. Mereka menyebar ke hampir semua wilayah Asia Tenggara dan negara di Samudra Hindia.

Jenis perahu ini diperkirakan banyak digunakan di Indonesia sekitar abad ke-7 hingga ke-13. Saat itu kemungkinan besar wangsa Syailendra menggunakan perahu untuk perdagangan. Selain itu, kerajaan bahari Sriwijaya juga diperkirakan menggunakan perahu ini untuk menjelajahi banyak wilayah di Nusantara dan dunia.

Pada tahun 2003, seorang ahli perahu asal Indonesia menciptakan replika perahu Borobudur ini. Perahu ini diberi nama Samudra Raksa. Tepatnya selama enam bulan sejak Agustus 2003, perahu ini digunakan untuk misi penjelajahan. Dan benar saja, perahu ini berhasil tiba di Ghana, Afrika dengan selamat. Hal ini membuktikan jika di masa lalu bangsa kita benar-benar telah melakukan hubungan perdagangan hingga daratan Afrika.

Perahu Lancang Kuning

Satu lagi perahu warisan nusantara ialah Perahu Lancang Kuning. Perahu ini ialah perahu kuno yang pernah dibuat ribuan tahun lalu. Orang-orang dari Suku Melayu di area Riau membuatnya dengan desain yang unik.

Pada bagian depan perahu berbentuk lancip yang bisa digunakan untuk memecah angin. Selain itu, terdapat juga layar pada bagian depan dan tengah.

Hikayat menyebutkan bahwa perahu ini merupakan simbol kebesaran dari suatu kerajaan masa itu. Memiliki perahu ini artinya kerajaan itu memiliki penduduk yang makmur. Saat ini, perahu Lancang Kuning banyak diadopsi oleh suku-suku lokal Indonesia untuk digunakan sebagai alat transportasi.

Perahu Jung

Perahu Jung juga termasuk perahu paling hebat yang pernah ada di nusantara pada abad ke-15 hingga ke-16. Kapal ini digunakan untuk melakukan pelayaran dari nusantara menuju Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.

Seorang penjelajah bernama Diego de Couto mengatakan, jika di laut pada masa itu didominasi oleh orang Jawa yang menggunakan Perahu Jung.

Perahu jenis ini juga banyak digunakan untuk perdagangan. Bahkan jalur lalu lintas rempah banyak dikuasai oleh orang yang menggunakan Perahu Jung. Memasuki abad ke-17 keberadaan perahu ini semakin langka lantaran terbitnya larangan dari Belanda untuk melakukan aktivitas perdagangan.

Perahu Patorani

Perahu Patorani merupakan perahu yang banyak digunakan oleh orang-orang dari Kerajaan Goa sebagai alat transportasi. Selain itu, kapal ini juga kerap digunakan untuk berdagang hasil bumi berupa rempah-rempah.

Perahu Patorani saat ini masih digunakan nelayan setempat untuk berlayar di sekitar perairan Galesong untuk menangkap ikan terbang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya