ADA banyak tokoh yang terkenal dan memegang peran penting dalam membawa perubahan dunia. Mereka datang dari berbagai kalangan, seperti kelompok pemimpin politik, pemuka agama, aktor dan aktris dalam dunia seni peran maupun panggung hiburan, tokoh sastra dan kebudayaan, hingga para atlet. Tidak sedikit juga yang merupakan orang asing, tetapi memiliki dedikasi tinggi di Negeri Anak Benua.
Berikut ini Okezone merangkum tokoh yang popularitasnya mencapai skala mancanegara, sekaligus tak lekang dimakan zaman. Inilah lima tokoh India paling berpengaruh di dunia:
1. Siddharta Gautama (563–483 SM)
Siapa yang tidak kenal tokoh pendiri agama Buddha satu ini. Putra Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya dan ibu seorang Ratu Mahamaya Dewi ini meninggalkan semua takhta dan kemewahan sejak lahir demi menekuni jalan kebahagiaan sejati.
Ia lahir di Taman Lumbini, Nepal, dengan penuh keajaiban. Siddharta keluar dari kandungan ibunya dalam keadaan bersih tak bercela dan langsung bisa berjalan tegak, sehingga setiap tanah yang dipijak berubah menjadi teratai. Akan tetapi, ajarannya menyebar luas dari India. Shakyamuni (orang bijak dari Kaum Sakya) ini bahkan mengembuskan napas terakhir di Kushinagar, Uttar Pradesh, India.
Ketika Siddharta lahir, ayahnya tahu bahwa putra mahkotanya akan menjadi orang besar. Karena itu, setiap kali keluar ke jalan, Sang Raja mengultimatum kepada seluruh jajaran untuk menutupi kemiskinan dan kesengsaraan rakyatnya, sehingga yang dilihat pangeran muda adalah kebahagiaan saja.
Sampai suatu hari ia pergi tanpa pengawalan, dan melihat betapa sulit kehidupan di luar istana. Ada rakyat yang susah karena sudah lanjut usia, terkena sakit penyakit, dan meninggal. Kemudian, ia melihat seorang petapa yang hidup bahagia tanpa apa-apa.
Sejak saat itu Siddharta hidup mengembara menjadi seorang petapa, hingga mencapai kesempurnaan dan disebut sebagai Buddha. Ada dua ajaran inti yang ia wariskan, yakni empat kebenaran mulia dan delapan jalan mulia.
Seperti dilansir Buddha Weekly, Selasa (2/2/2016), meski sudah dimulai lebih dari 2.500 tahun lalu, populasi penganutnya di dunia per Oktober 2015 mencapai 1,6 miliar orang atau 22 persen populasi dunia. Dianut paling banyak oleh warga negara Thailand, Kamboja, Myanmar, Bhutan, dan Sri Lanka.