KIEV – Presiden Republik Chechnya Ramzan Akhmadovich Kadyrov (39) yang terkenal berteman dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan tembak mati lawan-lawan politiknya.
Ancaman itu bukan sekadar omong kosong, karena ia membuktikannya lewat sebuah video dari kamera bidikan sniper yang diunggah melalui akun Instagramnya KADYROV_95. Dengan keterangan di bawahnya, “Mereka yang sebelumnya tidak mengerti, akan memahaminya sekarang”.
Kedua pria yang berada dalam video bidikan sniper bayaran Kadyrov, yakni Mantan Perdana Menteri Mikhail Kasyanov dan aktivis demokrasi Vladimir Kara Murza. Keduanya dihormati sebagai tokoh liberal, yang terkenal menjadi oposisi Putin.
Bidikan sniper itu diambil ketika Kasyanov dan Murza sedang berada di Prancis, menghadiri sidang Dewan Eropa terkait penyelidikan pembunuhan rekan mereka, Boris Nemtsov pada 2015.
Video yang diunggah ke media sosial itu jelas dinilai sasarannya sebagai ancaman pembunuhan yang sangat serius.
“Saya akan menganggap (video) itu sebagai ancaman pembunuhan langsung dengan alasan perselisihan politik. (Tindakan Kadyrov) adalah pelanggaran atas kehidupan publik dan tokoh masyarakat (public figure) sekaligus. Niat itu diungkapkan secara terbuka untuk melakukan tindakan yang mengintimidasi penduduk,” seru Kasyanov geram melalui akun Facebook-nya, dikutip pada Selasa (2/2/2016).
Dilansir dari Global Post, tujuan Kadyrov adalah memberi pelajaran kepada para musuh Putin agar tidak menentang kebijakan orang nomor satu di Rusia tersebut. Selain itu, ia juga berkeyakinan bahwa setiap oposisi pemerintah adalah antek Amerika Serikat dan didanai kekuatan asing.