Pervez Musharraf lahir pada 11 Agustus 1943, ia ikut berjuang pada perang yang terjadi pada 1965 antara Pakistan dan India. Pada 1971 ketika perang dengan India masih bergejolak ia menjadi komandan dari Pasukan Khusus yang bernama Special Service Group Commando Battalion.
Pada 1998, Perdana Menteri Nawaz Sharif mempromosikan Musharraf menjadi pimpinan dari staf militer Pakistan. Dari Mei hingga Juli 1999, Pakistan dan India kembali terlibat perang dan dikenal dengan nama Konflik Kargil yang terjadi di wilayah Kashmir.
Tapi konflik ini menjadi pukulan telak bagi Pakistan, apalagi ketika tentara negara ini diketahui merencanakan untuk melancarkan serangan nuklir ke India. Ketika berita ini sampai di ‘telinga’ Amerika Serikat, Presiden Bill Clinton langsung memerintahkan Perdana Menteri (PM) Sharif untuk melucuti senjata tentara Pakistan.
Tidak lama setelah itu, Pakistan menarik mundur militernya. PM Sharif kemudian mengklaim Pervez Musharraf sebagai pihak yang bertanggung jawab di Kargil dan Musharraf juga balik menuduh dengan mengatakan Sharif yang sebenarnya bertanggung jawab.
Pada 12 Oktober 1999, PM Sharif berusaha menggulingkan posisi Musharraf yang menjabat sebagai pimpinan militer Pakistan namun pada jenderal senior yang setia terhadap Musharraf tidak menerima penggulingan tersebut. Pada saat itu Musharraf sedang berada di luar Pakistan, namun ketika ia mendengar perintah Sharrif akan menggulikan dirinya dari jabatan militernya, ia langsung terbang kembali ke Pakistan.
Sharif lalu memerintahkan Bandara Karachi ditutup agar mencegah pesawat yang dinaiki oleh Musharraf mendarat. Ketika, mendengar perintah penutupan bandara, para petinggi militer Pakistan langsung menangkap Sharif dan mengambil alih pemerintah.
Setelah itu, Sharif diasingkan ke Arab Saudi dan Musharraf berhasil ‘memegang tongkat kendali’ pemerintahan Pakistan. Presiden Pakistan pada saat itu Rafiq Tarar, tetap menjabat jadi presiden hingga akhinya lengser pada Juni 2001, yang dimana pada saat itu Musharraf resmi menjadi presiden menggantikan Tarar.