Namun, penuturan seorang saksi mata bernama Hernan Coria mengungkapkan bahwa lumba-lumba itu telah mati sebelum para turis berebutan untuk mengambil selfie.
“Airnya sangat panas. Banyak ubur-ubur dan orang-orang tidak mau masuk ke dalam air. Semua terjadi dalam lima menit. Lumba-lumba itu terdampar, sudah mati. Mereka menaruhnya kembali ke air tapi dia tidak juga kembali,” ujar Hernan sebagaimana dilansir Metro, Senin (21/2/2016).
Hernan menambahkan bahwa lumba-lumba itu hanyalah salah satu dari banyak bangkai lumba-lumba lainnya yang juga terdampar di pantai. Sampai saat ini tidak diketahui penyebab pasti dari kematian begitu banyak lumba-lumba di sana.
Lumba-lumba Franciscan memiliki kulit berwarna cokelat seperti jubah biarawan Franciscan, yang menjadi asal mula namanya. Lumba-lumba jenis ini hanya ditemukan di perairan di bagian tenggara Amerika Selatan.
Saat ini, lumba-lumba itu terancam punah dan hanya tersisa sekira 30 ribu ekor di dunia.
(Rahman Asmardika)