SINGARAJA - Pedagang koran di Jalan Diponegoro, Singaraja Luh Made Marwati optimis maju menjadi bakal calon Bupati Buleleng pada Pilkada 2017.
Rasa percaya dirinya muncul untuk maju menjadi bakal calon Bupati Buleleng lantaran dirinya mengklaim mayoritas masyarakat Buleleng memberi dukungan terhadapnya. Setiap orang yang datang ke lapak korannya selalu memberinya semangat dan bantuan materil kepadanya.
"Sampai saat ini belum ada yang menjatuhkan saya. Banyak orang yang lewat di depan warung saya memberi saya jempol dan bilang maju terus pantang mundur. Itu menjadi penyemangat saya dan saya optimis," paparnya ketika diwawancarai Okezone lewat sambungan telefon, Senin (22/02/2016).
Alasan lainnya yang membuat wanita yang sudah 18 tahun menjadi pedagang koran di Singaraja itu maju ke bursa calon Bupati Buleleng disebabkan keresahannya terhadap wilayah Buleleng yang tidak maju seperti Denpasar.
Lapangan pekerjaan di Buleleng minim, pariwisata kurang diminati, dan infrastruktur kepemerintahan dan pembangunan Kabupaten Buleleng yang menurutnya kurang berjalan dengan baik.
"Saya ini wong cilik, saya melihat Buleleng ini banyak modal yang bisa dikembangkan. Tapi tidak dikelola dengan baik, orang Buleleng harus bekerja di Denpasar. Buat apa? Harusnya pemerintah kan bisa memberi lapangan pekerjaan di sini agar masyarakat kita tidak ke Denpasar," ungkapnya.
Marwati yang hanya tamatan SMA, seakan menjadi kritik bagi pemerintahan Kabupaten Buleleng yang dianggap belum maksimal menjalankan program-program untuk memajukan Buleleng dari segi infrastruktur maupun pariwisatan.
Dirinya dengan tegas menyuarakan pendapatnya terkait bobroknya sistem pemerintahan di Buleleng kemudian percaya diri maju menjadi bakal calon Bupati Buleleng sebagai perwakilan suara rakyat kecil yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemkab Buleleng.
"Saya ingin maju seperti Pak Jokowi, dapat dukungan penuh dari rakyat. Saya melakukan ini karena rasa cinta saya yang tinggi kepada Buleleng. Saya ingin Buleleng maju," ujarnya.
"Saya enggak punya modal untuk maju. Saya tergantung masyarakat kecil di Buleleng jika mereka optimis dengan saya, saya juga demikian. Sampai saat ini saya belum mendapatkan dukungan materiil, hanya dukungan moril dari masyarakat," tambahnya.
Meski tak memiliki banyak modal untuk bersaing dengan bakal calon lainnya saat kampanye nanti. Marwati percaya masyarakat lebih mendukungnya karena datang dari kelas bawah.
"Masyarakat kebuka matanya, kok bisa penjual koran maju jadi calon Bupati. Mereka bilang pasti karena memiliki niat suci dan gelisah dengan keadaan di Buleleng. Makanya banyak yang mendukung dan memberi saya semangat," tutupnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Luh Made Marwati hari ini menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Buleleng di Sekretariat PDI Perjuangan cabang Buleleng. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Marwati yakni berkas-berkas penting seperti ijazah sekolah. Pihak panitia memberi kesempatan pada Marwati untuk segera melengkapi dokumennya hingga Kamis 25 Februari 2016.
(Angkasa Yudhistira)