BIHAR - Guna mencegah terjadinya kecurangan selama ujian tertulis, militer India di Kota Bihar meminta lebih dari 1.000 peserta ujian calon tentara untuk menanggalkan pakaian dan hanya memakai celana dalam saat melakukan tes di tempat terbuka.
Gambar yang ditampilkan oleh media India menunjukkan bahwa peserta tes mengisi lembar soal di atas paha serta di rumput dengan hanya memakai celana dalam.
Salah satu peserta ujian, Harishambu Kumar menyatakan,”Kami digeledah dan kemudian dibawa ke sebuah tempat. Petugas lalu meminta kami untuk menanggalkan semua pakaian kecuali celana dalam yang kami pakai.”
“Saya merasa hal ini agak janggal. Tapi tentara mengatakan bahwa ini semua untuk mencegah kecurangan, sehingga saya terpaksa melakukannya,” ujarnya.
Ujian masuk tentara ini diadakan pada 28 Februari. Pelaksaan ujian seperti ini mendapat kritikan dari Pengadilan Tinggi Pemerintah. Mereka meminta penjelasan dari Kementerian Pertahanan India setelah seorang pengacara mengumpulkan petisi untuk menentang kegiatan tersebut.
Pengacara Dinu Kuma mengatakan bahwa “Keputusan agar peserta ujian melepas kemeja, celana atau rompi adalah hal yang aneh. Menurutnya, para peserta ujian enggan melepas pakaian mereka. “Perlakuan seperti ini adalah sama saja dengan pelecehan," sebagaimana dikutip dari Oddity Central, Senin (7/3/2016).
Terkait kritikan Dinu Kumar, pihak penyelenggara nampaknya tidak menyesal dengan kejadian tersebut. Colonel V.S Godhra, direktur Army Regional Office di Muzaffarpur mengatakan bahwa lebih dari 1.000 kandidat diminta untuk menanggalkan pakaian dan melakukan tes di ruang terbuka adalah bertujuan untuk mencegah para peserta melakukan kecurangan.
“Saya berhak mengambil segala tindakan pencegahan yang diperlukan. Pada tahun lalu, terdapat dua orang peserta yang menyembunyikan lembar contekan dan ponsel di rompi dan pakaian mereka”, ungkap Colonel V.S Godhra.
Kami tidak menghina siapa pun atau melakukan kekejaman. Tidak ada keluhan dalam ujian, jadi mengapa orang luar mempermasalahkan hal ini.
Selama ini, Bihar memang memiliki permasalahan serius dalam menangani tindak kecurangan dalam melakukan tes masuk tentara. Tahun lalu, polisi setempat menahan sekira 1.000 orang yang membayar orang lain untuk melaksanakan ujian.
(Muhammad Saifullah )