KUPANG - Warga Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur, dihebohkan dengan temuan pohon tuak dalam bahasa kupang atau lebih dikenal dengan nama pohon lontar bercabang empat yang tumbuh di dalam kebun milik warga Yeremias Mone.
Pohon lontar ini tumbuh dengan posisi satu batang saja dari tanah dan pada ketinggian 4 meter baru tumbuh lagi empat cabang dengan masing masing setinggi 7 meter dari dahan utama.
Pada umumnya ciri khas pohon lontar yang tumbuh di tempat lain tidak bercabang, bahkan di sekelilingnya hanya tumbuh dengan satu batang saja. Namun, khusus pohon lontar yang satu ini bercabang empat dan diyakini pemilik memiliki unsur mistik.
“Setiap kali ada pengguna jalan yang melihat pohon itu lalu berhenti untuk memotret, terus hasil potret tersebut akan hilang dengan sendirinya," ungkap Yeremias kepada wartawan, Minggu (20/3/2016).
Meski demikian, Yerermias tidak ingin menebang pohon tersebut, bahkan tidak berniat mengambil nira atau daun dari pohon tersebut.
Seperti diketahui pohon lontar ini merupakan pohon penghasil nira yang kemudian air sadapan itu difermentasikan dan dijadikan minuman beralkohol dengan nama sopi. Selain air sadapannnya, daunnya juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan alat musik sasando dan juga topi adat pulau rote.
(Fiddy Anggriawan )