Nigeria dan wilayah Afrika pada umumnya terus dihantui ketakutan akan teror kelompok Boko Haram. Kelompok milisi yang memiliki nama resmi Jama’atu Ahlis Sunna Lidda’awati wal-Jihad (Gerakan Dakwah Ahli Sunnah dan Jihad) itu didirikan oleh Mohamed Yusuf di Maiduguri pada 2002. Ia merupakan pelopor pembangunan masjid dan sekolah agama yang lantas menjelma menjadi pusat perekrutan anggota baru.
Namun, dalam menjalankan ajarannya, kelompok ini dikenal sangat sadis dan tanpa kompromi. Boko Haram bahkan tak segan menghilangkan nyawa orang-orang yang dianggap tidak sepaham dengan kelompok mereka.
Nama Boko Haram sendiri menurut bahasa setempat berarti 'Haramkan Pendidikan Barat'. Kali ini Okezone akan mengulas rangkaian fakta kekejaman Boko Haram. Berikut penjabaran lengkapnya:
Momok Menakutkan bagi Pemerintah Nigeria
Kelompok Boko Haram yang menginginkan Nigeria menjadi negara Islam melancarkan serangannya ke aset-aset maupun gedung pemerintahan serta kantor kepolisian pada tahun 2009 lalu. Militer Nigeria kemudian membalas dengan melakukan operasi besar-besaran yang membuat Mohamed Yusuf akhirnya ditangkap. Yusuf pun meninggal dunia di dalam tahanan.
Membunuh Tanpa Pandang Bulu
Boko Haram sangat ditakuti khususnya di daratan Afrika lantaran mereka tidak segan membunuh siapapun yang mereka temui, apalagi segala hal yang menyangkut pemerintah. Kelompok ini punya gaya serangan khas dengan menggunakan sepeda motor. Mereka tak segan membunuh para anggota kepolisian, politisi, bahkan ulama atau pemuka agama yang berseberangan dengan kelompoknya.
Aksi Biadab Boko Haram di Hari Natal
Hari Natal 25 Desember 2015 silam yang diharapkan berlangsung aman, damai, tenteram, dan jauh dari tindak kekerasan malah terjadi sebaliknya. Pembantaian manusia terjadi di negara bagian Borno, Nigeria, Sebanyak 14 orang tewas akibat serangan militan Boko Haram tepat pada hari Natal.
Militan Boko Haram menginvasi wilayah pedesaan Kimba di negara bagian Borno dengan berpawai menggunakan sepeda motor. Mereka menembaki penduduk setempat yang ditemui dalam perjalanan dan juga membakar rumah-rumah. Invasi tersebut mengakibatkan ratusan warga desa mengungsi.
“Militan bersenjata menewaskan 14 orang dan membakar seluruh desa sebelum mereka kabur. Tidak ada satu rumah pun yang lolos dari pembakaran,” ujar pejuang sipil yang melawan Boko haram, Mustapha Karimbe.
Bakar Anak Kecil Hidup-Hidup
Seorang saksi mata yang bersembunyi di balik pohon mengungkapkan kelompok militan Boko Haram membakar sejumlah rumah. Dari rumah-rumah yang terbakar tersebut terdengar teriakan anak-anak kecil pada 31 Januari 2016 silam.
Sejumlah jenazah yang hangus dan mengalami luka tembak dibuang oleh kelompok militan itu di jalan-jalan Desa Dalori, Nigeria. Desa tersebut berada hanya sekira lima kilometer dari Maiduguri yang merupakan tempat kelahiran Boko Haram.
Saksi mata lain bernama Alamin Bakura mengakui penembakan dan pembakaran berlangsung selama beberapa jam sehari sebelumnya. Bakura juga menyebut beberapa anggota keluarganya menjadi korban tewas dan luka-luka dalam aksi teror tersebut.
Boko Haram Bantai 20.000 Jiwa
Sejak kemunculannya enam tahun lalu di Nigeria, Boko Haram telah menewaskan lebih dari 20 ribu orang. Setidaknya, ada 2,5 juta orang terpaksa kehilangan rumah mereka karena menjadi korban pembakaran kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS itu.
Kehadiran mereka memberikan rasa takut bagi seluruh warga Nigeria. Tidak hanya itu, aktivitas terorisme mereka meningkat menjadi terorisme regional terutama di wilayah Afrika Barat. Mereka juga melakukan serangan di Chad, Kamerun, dan Niger yang merupakan tetangga Nigeria.