SEKUPANG – Sebanyak 10 rumah hangus terbakar di Perumahan Ocean Park Marina City, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Batam, Kepulauan Riau. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, Kamis (31/3/2016).
Satu blok perumahan dilahap api mulai Nomor 111 sampai 121 rumah warga. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh api yang berasal dari pembakaran rumput di belakang perumahan.
Informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sejak 12.30 WIB. Api menjalar dari tumpukan rumput yang terbakar di belakang rumah. Mulanya melumat rumah nomor 117 dan 118, kemudian merembes ke semua atap rumah satu blok ini.
Dari 10 rumah yang terbakar, diketahui tujuh diantaranya kosong dan tiga lainnya berpenghuni. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Pantauan di lokasi, kebakaran ini sempat memanikkan warga sekitar. Sebagian warga berusaha memadamkan api dengan menggunakan ember dan mengambil air parit. Namun tak banyak membantu.
Angin kencang terus mengobarkan api sehingg semua ludes dan barang-barang warga tidak terselamatkan.
Saksi mata yang juga pemilik rumah nomor 103, Yoga (38) mengaku, saat kebakaran, ia hendak pergi mau jemput istrinya pulang bekerja. Tiba-tiba, ia melihat api sudah membakar atap 117.
Ia lantas mengeluarkan sepeda motornya yang terparkir di rumah 117. "Tadi saya mau pergi sudah di dalam mobil. Saya lihat asap mengepul di atap rumah 117 dan 118," ujarnya.
Yoga menambahkan, kebakaran ini berasal dari api dari pembakaran rumput oleh perugas kebersihan perumahan. Sebelumnya, warga sudah sering menyampaikan kepada petugas kebersihan perumahan agar tidak sembarangan membakar sampah. Namun, petugas tetap ngotot membakar rumput.
"Sudah sering diingatkan supaya tidak bakar rumput, tapi masih dilakukannya," kata Yoga.
Ia mengaku kesal dengan lambannya pemdam datang ke lokasi. Menurutnya, jika pemadam cepat datang rumah tidak akan sebanyak ini terbakar. "Lama kali datang pemadamnya, sehingga sudah habis seperti ini," katanya.
Penghuni rumah Nomor 116, Anita (31) mengaku, panik sewaktu api melumat rumah di kompleksnya. Saat terkurung di dalam rumah, kepanikan Anita semakin menjadi-jadi karena tidak melihat kunci pintunya.
Anita mencoba menobrak pintu dan jendela sebelum menemukan kunci pintu yang lupa ditaruhnya di mana. "Tahunya api sudah masuk ke dalam rumah, tadi saya panik lihat asapnya. Ditambah kunci tak ada," kata Anita pekerja SPA di sebuah hotel.
Ia menuturkan, sewaktu kejadian sendirian di rumah, sementara teman-temannya sedang bekerja. Ia tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena sudah takut melihat membakar atap messnya.
"Saya cuma bawa baju yang dipakai sama handuk saja keluar dari rumah. Barang-barang tak terselamatkan," ujarnya.
Anita semakin kesal, pemadam Penanggulangan Bahaya Kebarakan (PBK) baru datang setelah rumah dan barang-barang berharganya berharganya. Dengan kejadian ini ia tidak memiliki apa-apa lagi setelah semuanya terbakar.
"Sudah tak ada lagi yang mau dipadamkan baru datang pemadamnya," katanya.
(sal)
(Muhammad Saifullah )