"Dari pakaian bekas ini, saya lukis beberapa gambar tentang pemandangan dan keindahan Bali, selain itu juga ada beberapa kritikan tentang keadaan negeri ini," ungkapnya.
Gung Wiss menjelaskan, lukisan dari pakaian bekas tersebut selain menampilkan keindahan juga menampilkan kritikan tentang masalah di negeri ini seperti korupsi yang belum berhasil ditangani secara tuntas.
"Inilah gagasan yang saya buat untuk menginsipirasi karya seni yang saya buat. Saya harapkan dengan karya seni ini masyarakat harus kritis menghadapi segala ujian yang ada di negeri ini, jangan hanya diam, saatnya bergerak dan harus kritis," ucapnya.
Gung wiss menambahkan, memilih untuk mendaur ulang barang-barang bekas dan juga pakaian karena dari pada melihat barang-barang tersebut menjadi sampah dan bisa berakibat pada kerusakan lingkungan.
(Amril Amarullah (Okezone))