SEMARANG - Kebijakan Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Dokter Kariadi, Semarang, menutup layanan rawat jalan bagi pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Instalasi Paviliun Garuda dan Instalasi Paviliun Elang menuai protes.
Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, menilai kebijakan tersebut bersifat diskriminatif bagi pasien berkantong cekak.
"Saya mengharapkan bahwa semua rumah sakit jangan sampai menolak pasien yang sangat membutuhkan. Jangan membeda-bedakan yang mampu bayar mahal dan mampu BPJS," kata Rukma di Gedung DPRD Jawa Tengah, Semarang, Selasa (5/4/2016).
Rukma menegaskan, merawat pasien merupakan tanggung jawab negara. Apalagi, sakit sejatinyan juga bukan kehendak pasien. "Tentunya (sakit) itu bukan kehendak mereka. Kita sepakat semua harus dilayani dengan baik. Rakyat itu saudara kita," ujar Rukma.
(Baca juga: RSUP Kariadi Tutup Sebagian Layanan Pasien BPJS)