MEDAN - Untuk mengantisipasi maraknya tindakan premanisme yang sangat meresahkan masyarakat, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut) meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Pemburu Preman di Mapoldasu, Selasa (12/4/2016) siang.
Dalam operasi ini yang akan diadakan mulai 13 April hinggal 12 Mei 2016 ini, sekira 200 personel diturunkan ke jalanan di seluruh tempat yang berada di Kota Medan dan seluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Utara selama 24 jam. (Baca Juga: Ini Cara Polisi Beri Hukuman untuk Preman di Medan)
"Tingkat kriminalitas di Sumut masih tinggi. Oleh karena itu, dengan dibentuknya satgas ini, aktivitas premanisme yang meresahkan masyarakat dapat diantisipasi," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol R. Budi Winarso kepada wartawan.
Dalam penjelasannya, preman yang dimaksud meresahkan masyarakat, yakni para pelaku pemungutan liar, pelaku pemerasan, pelaku begal, pencurian dan kekerasan, pencurian sepeda motor dan juga yang lainnya.
"Selama satu bulan ini akan kita lakukan pengamanan selama 24 jam. Silahkan masyarakat menghubungi call center kita. Ini merupakan program Kapolri yang tentu bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," tambahnya lagi.
Atas dibentuknya satgas ini, Kapolda berharap agara jam berapa pun, masyarakat beraktivitas merasakan kenyamanan dan tidak ada lagi tindakan kejahatan. (Baca Juga: Ribuan Preman Diringkus Polisi)
"Selama ini kan sebutannya 'Ini Medan Bung!' tentu ini mengandung makna keangkuhan. Jadi dengan adanya program ini, semoga nantinya selogannya menjadi 'Ini baru Medan'," pungkas mantan Kadiv Propam Mabes Polri tersebut.
Selain itu, sebelum personel diturunkan, Irjen Pol R Budi Winarso juga tak luput memberikan arahkan kepada personel. Di mana dalam menjelankan tugas harus sesuai dengan SOP, tidak bersifat arogan dan menjaga solidaritas.
"Personel dibekali senjata lengkap, jadi harus sesuai dengan prosedur. Kan tidak mungkin premannya menunggunakan tangan kosong, tapi petugas menggunakan senjata," tandas Irjen Pol R. Budi.
(Khafid Mardiyansyah)