SEMARANG - Peristiwa penikaman dua juru sita pajak negara saat bertugas di Nias, Sumatera Utara, menjadi bahan evaluasi bagi Kantor Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah.
Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah, Dasto Ledyanto, mengaku akan lebih dulu membangun koordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), sebelum menerjunkan anak buahnya memungut pajak ke daerah rawan.
"Kami akan berkoordinasi dengan BIN di daerah untuk memitigasi wilayah-wilayah yang ada potensi kerawanan. Sehingga sebelum kami turun ke lapangan kami sudah tahu," kata Dasto kepada Okezone, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/4/2016).
(Baca juga: Petugas Pajak Dimakamkan Secara Semi Militer)
Selain itu, kata Dasto, DJP Pajak Jateng juga bakal meminta anak buahnya dikawal aparat kepolisian. "Kalau turun ke sana kami akan minta pendampingan ke kepolisian. Seperti saat kami lakukan penyitaan," ujar Dasto menegaskan.