KUMAMOTO – Jumlah korban tewas akibat serangkaian gempa dahsyat yang mengguncang Pulau Kyushu, Jepang beberapa hari terakhir bertambah menjadi 41 orang. Tim SAR masih berusaha untuk menyelamatkan warga yang terjebak di reruntuhan gedung serta longsoran tanah.
Sebelumnya diberitakan, gempa pertama kali melanda Pulau Kyushu pada Kamis 14 April dengan kekuatan 6,4 skala Richter (SR). Gempa susulan yang lebih dahsyat terjadi pada Sabtu 16 April pukul 01.25 dini hari waktu setempat dengan kekuatan 7,3 SR.
Seperti diwartakan The New York Times, Minggu (17/4/2016), kepolisian Jepang mengonfirmasi 32 orang tewas akibat gempa pada Sabtu (16/4) dini hari tersebut. Dengan sembilan korban jiwa akibat gempa pada Kamis (14/4), total korban tewas mencapai 41 orang.
Mayoritas korban tewas merupakan orang dewasa. Beberapa dari mereka terperangkap di bawah reruntuhan gedung. Beberapa orang lain tewas akibat kebakaran dan longsoran tanah yang terjadi di wilayah pegunungan. Kepala Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan tim SAR berusaha mengevakuasi warga dari reruntuhan 50 bangunan berbeda.
Sekira 2000 orang mengalami luka-luka hingga harus mendapatkan perawatan di sejumlah pusat medis setempat. Puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke sejumlah tempat penampungan seperti gimnasium sekolah. Gempa juga memutus aliran listrik ke 100 ribu rumah tangga.
Sempat terlihat asap tebal membumbung dari Gunung Berapi Aso beberapa saat setelah gempa. Gunung tersebut berada sekira 30 kilometer dari wilayah yang dilanda gempa paling parah, yakni Mashiki, Prefektur Kumamoto. Gempa dan aktivitas gunung berapi berhubungan erat. Namun, otoritas setempat memastikan erupsi gunung berapi aktif terbesar di Jepang itu berskala kecil hingga tidak menimbulkan ancaman berarti.
(Wikanto Arungbudoyo)