Melirik Prostitusi Kalangan Pelajar di Lhokseumawe Aceh

Agregasi Waspada Online, Jurnalis
Minggu 17 April 2016 12:51 WIB
foto: waspada
Share :

Rindu mengaku sudah setahun terjun ke dunia gelap itu. Kecewa kepada pacar menjadi pemicu. Saat berpacaran, ia beberapa kali melakukan hubungan intim, seiring sang pacar ketahuan selingkuh dengan perempuan lain.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, ia beranggapan dirinya sudah tidak lagi perawan sehingga bisa melakukan hubungan seksual dengan siapa saja. Baginya paling penting dibayar sesuai tarif.

“Coba abang bayangkan, aku sudah tak perawan lagi. Kalau pun diam aja, perawan aku kan nggak bisa balik juga. Lebih bagus begini sajalah, setiap ada tamu aku dibayar,” ujarnya polos baru-baru ini, dilansir dari Waspada Online.

Dia juga mengaku tidak mencari kepuasan, semuanya semata demi uang untuk memenuhi gaya hidup. Tarif berkencan dengannya bervariasi, short time Rp300 ribu, long time Rp1-1,5 juta. Biasanya, pelanggan membawanya ke hotel dan rumah kos. Kadang bisa berlangsung di tempat lain, seperti mobil dan tempat yang dianggap aman. Dirinya juga sering diajak ke Medan dan menginap di salah satu hotel berbintang.

Kepala Satpol PP dan Waliyatul Hisbah (WH) Kota Lhokseumawe, Irsyadi, menyatakan aktivitas PSK di Lhokseumawe terselubung. Dikatakan, umumnya para gadis itu terjun ke dunia gelap disebabkan keluarga broken home.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya