GUNUNGSITOLI – Pasca-pembunuhan dua petugas pajak di Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada Selasa 12 April 2016, keluarga Sozanolo Lase menuding Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan tidak adil. Setelah Sozanolo tewas dalam insiden itu, tidak ada sedikit pun penghargaan yang diberikan kepada alamarhum.
Sozanolo Lase merupakan honorer yang sudah mengabdi di Kantor KP2KP Gunungsitoli lebih dari 10 tahun. Ia turut tewas saat menemani Parada Toga Fransriaono Siahaan, juru sita Seksi Penagihan Pajak Unit Kerja KPP Pratama Sibolga, untuk menagih pajak sekira Rp14,5 miliar kepada wajib pajak berinisial AL.
Keluarga Sozanolo merasa ditelantarkan oleh pemerintah karena tidak mendapat perhatian dan penghargaan sedikit pun. Padahal, Sozanolo dan Parada sama-sama melaksanakan tugas negara hingga kehilangan nyawa.
“Kami sangat kecewa terhadap pemerintah, dalam hal ini Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, yang seakan-akan menganaktirikan anak kami, Sozanolo Lase. Hingga kini sama sekali tidak perhatian mereka,” ujar tante korban, Agustina Zebua, Senin (18/4/2016).
Ia menuturkan, perlakuan kepada Sozanolo berbeda jauh dengan Parada Toga Fransriaono Siahaan yang dikebumikan secara militer, anak yang masih di dalam kandungan diberi beasiswa hingga nanti menamatkan studi, pemberian rumah dinas, bahkan kenaikan golongan satu tingkat untuk mengenang jasanya oleh Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.