Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Sepuh Siregar mengungkapkan, pihaknya saat ini masih memeriksa saksi sebanyak enam orang. Selain itu, pihaknya juga memeriksa CCTV.
"Sementara diduga hanya dua orang. CCTV masih dipelajari. Karena tidak terlalu jelas akan diperjelas untuk identifikasi pelaku. Kami menerjunkan dari inavis polres dan labfor Semarang," katanya.
Disinggung mengenai bahan peledak. Sepuh memastikan hal itu bukan molotov. Meski demikian, pihaknya masih menunggu dari labfor.
"Kita masih menunggu laboraturium forensik. Dari keterangan saksi, memang ada suara ledakan yang disertai asap putih," tutupnya.
(Awaludin)