Abu Sayyaf Kembali Ancam Eksekusi Sandera jika Tebusan Tak Dibayar

Ahmad Taufik , Jurnalis
Rabu 04 Mei 2016 10:11 WIB
Ilustrasi militer Filipina di pulau Jolo (Foto: BBC)
Share :

MANILA - Kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf kembali mengancam akan mengeksekusi tiga sandera lagi jika uang tebusan tidak dibayarkan. Ancaman ini disampaikan satu pekan setelah mereka memenggal kepala seorang sandera asal Kanada.

Dalam sebuah video, seorang warga Kanada, Norwegia, dan Filipina tampak dikelilingi oleh enam militan Abu Sayyaf yang meminta supaya uang tebusan segera dibayarkan.

Salah satu militan Abu Sayyaf yang menggunakan sorban untuk menutup wajahnya juga memperingatkan Pemerintah Kanada dan Filipina. Tiga sandera yang masih tersisa saat ini akan dieksekusi jika uang tebusan tidak segera diberikan. Demikian sebagaimana diwartakan BBC, Rabu (4/5/2016).

Informasi tersebut disampaikan oleh situs intelijen SITE yang memonitor aktivitas jihadis di seluruh dunia termasuk Filipina.

Sebelumnya, empat orang sandera yang diculik saat berada di Davao, Filipina Selatan pada September 2015. Pada pekan lalu, salah satu dari mereka yaitu warga Kanada, John Risdel telah dieksekusi oleh militan Abu Sayyaf.

Dalam video yang dirilis beberapa hari sebelum Risdel dipenggal, para militan meminta uang tebusan sebesar USD6,3 miliar untuk menyelamatkan nyawa Risdel.

Terkait kejadian ini, Perdana Menteri Kanada, Justin Tradeau mengecam eksekusi yang dilakukan militan Abu Sayyaf. Kendati demikian, Pemerintah Kanada tidak akan menyerah dan memberikan tuntutan kelompok militan Abu Sayyaf.

Video tersebut dapat dilihat di bawah ini:

(Ahmad Taufik )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya