JAKARTA – Hanya karena dimarahi soal penampilan dan nilai jelek, seorang mahasiswa berinisial RMS (24) nekat menghabisi nyawa dosennya Nurain Lubis.
Anggota Komisi X DPR, Reni Marlinawati mengatakan, insiden di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu harus menjadi catatan penting bagi Kemenristekdikti.
"Situasi ini semestinya menjadi catatan penting Kemenristekdikti dan para pengelola kampus. Meminta Menteri Ristek dan Dikti untuk memberi perhatian khusus terhadap peristiwa tersebut," kata Reni dalam keterangan persnya, Rabu (4/5/2016).
Menurutnya, hal itu berguna untuk mengetahui persoalan tersebut secara komprehensif dan holistis. Terlebih, insiden terjadi di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
(Baca juga: Ini Motif Pembunuhan Dosen UMSU)
"Peristiwa tersebut jangan dianggap sebagai tindakan kriminal biasa. Karena peristiwa itu terjadi di lingkungan kampus dan melibatkan mahasiswa yang harus memakan dosen. Harus ada langkah-langkah preventif sekaligus korektif pascaperistiwa tersebut," jelasnya.
Di luar peristiwa tersebut, sambung Reni, semestinya pemerintah dan pengelola kampus secara umum harus menjadikan lingkungan kampus sebagai sarana pendidikan yang kondusif baik bagi mahasiswa, dosen maupun tenaga administrasi kampus.
Menurut Ketua DPP PPP itu, kasus yang terjadi bertepatan dengan momentum mengenang perjuangan pahlawan pendidikan di Indonesia, Ki Hajar Dewantara itu harus diusut secara transparan dan akuntabel.
"Peristiwa ini harus juga menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan di Indonesia dan seluruh stakeholder tentang persoalan yang terjadi di dunia pendidikan kita," tandas Reni.
(Salman Mardira)