JAKARTA - Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Saleh Partaonan Daulay menyayangkan aksi bullying terjadi di lingkungan sekolah. Aksi bullying dan kekerasan antarpelajar dinilai mencederai dunia pendidikan.
"Sekolah sebagai tempat menimba ilmu dan menempa akhlak, tidak boleh dicemari perbuatan tidak terpuji. Kepala sekolah dan para guru wajib memastikan bahwa sekolah adalah tempat yang dirindukan oleh semua siswa," kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/5/2016).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun mencontohkan, sekolah yang berada di luar negeri yang dirancang sebagai tempat paling nyaman selain rumah para siswa.
"Kalau di luar negeri, ada istilah 'school is cool', sekolah itu asyik dan menyenangkan. Semua siswa betah dan bahkan mau bertahan lama-lama belajar di sekolah. Itu karena sekolah didesain sebagai tempat paling nyaman selain rumah masing-masing," lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan, seorang siswa SMAN 3 berinisial A (15) menjadi korban perilaku bullying oleh empat seniornya di kelas XII. Saleh meminta untuk segera diusut tuntas kasus yang mencoreng dunia pendidikan itu.
"Aksi kekerasan dan bullying yang terjadi di SMA 3 Jakarta harus diusut tuntas. Perlu dipastikan bahwa kekerasan seperti itu tidak terjadi lagi," tukasnya.
Ia juga meminta pelaku tindak bullying agar diberikan pembinaan khusus. Sedangkan untuk korban, perlu dimotivasi dan diberi semangat agar tidak mengalami traumatik.