Mereka tewas tertembak di dalam kampusnya usai terkena peluru tajam di bagian kepala, tenggorokan, dan dada.
Tragedi berdarah di kampus Trisakti tersebut saat ini sudah memasuki usia yang ke 18 tahun dan sempat menjadi kecaman dari berbagai pihak atas arogansi aparat berseragam yang bertindak represif terhadap mahasiswa.
Aksi massa dari kelompok mahasiswa yang menuntut Presiden Soeharto mundur saat itu, sebenarnya bukan hanya terjadi di Jakarta. Hampir seluruh elemen mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia waktu itu juga berunjuk rasa menuntut hal serupa. (Fid)
(Abu Sahma Pane)