Demi ke RS, Ibu Hamil Harus Bertaruh Nyawa di Tengah Laut

Abdul Rahem, Jurnalis
Sabtu 14 Mei 2016 01:59 WIB
Ilustrasi (foto Antara)
Share :

SUMENEP – Perahu kayu itu membawa Nadira (35) seorang ibu hamil yang hendak melahirkan. Setelah menempuh mengarungi laut selama lima jam lebih dari Pulau Raas, perempuan asal Dusun Embung Barat, Desa Brakas, Kecamatan Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur tiba di Pelabuhan Dungkek, Sumenep.

Ironinya, setiba di pelabuhan, Nadira tak dijemput dengan ambulan. Ia hanya dibawa dengan mobil angkutan umum yang sangat tidak layak banginya, sebab bisa membahayakan nyawanya dan janin yang dikandungnya.

Namun, tak ada pilihan lain. Ia harus segera sampai ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep untuk proses persalinan.

Begitulah penderitaan warga kepulauan di Sumenep yang sekakan tidak pernah ada habisnya. Dikarenakan layanan sekaligus sarana dan prasarana umum tidak memamadai, warga butuh penanganan medis seperti Nadira, tak hanya harus merasakan sakit karena hendak melahirkan, tapi juga harus bertaruh nyawa di tengah laut untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Fauzi Muhfa, seorang kerabat Nadira mengaku sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Ia mengakui bahwa kondisi itu sudah lazim dialami warga kepulauan di sana.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya