Tolak Pemikiran soal PKI, Letkol Eko Tulis Surat Terbuka

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis
Kamis 19 Mei 2016 12:52 WIB
Simbol PKI (foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen (Purn) Agus Widjojo mendapat kritik dari anggota TNI AD Letkol Eko Ismadi. Bahkan, Letkol Eko menegaskan siap dikonfrontasi dengan Agus untuk membicarakan isu kemunculan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saya anggota TNI aktif. Saya siap menghadapi (pemikiran) Beliau (Agus)," ujar Eko saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (19/5/2016).

(Baca Juga: Diskusi PKI di Lemhanas Memanas)

Prajurit yang bertugas di Dinas Sejarah (Disjarah) TNI AD itu bahkan menulis surat terbuka untuk Agus. Berikut ini surat yang ditulis oleh Letkol Eko:

Salam Kebangsaan Indonesia !!!!!

Sekalipun cara berpikir Bapak Agus Widjojo seperti ini saya anggap telat, namun wujud penghargaan saya ingin menanggapi pemikirannya dalam peristiwa Gerakan G 30 S/PKI tahun 1965 dengan dewan jenderalnya yang dipimpin ex Letkol Untung yang pada masa itu ex Letkol Untung adalah terdaftar sebagai anggota PKI yang pada masa itu dipimpin Aidit juga berhubungan manis dengan Soekarno bahkan Soekarno terkesan memberi peluang kepada PKI untuk melakukan gerakan itu.

 

Kalau memang diadakan Rekonsiliasi Nasional ada langkah yang harus dilakukan yakni:

 

1. Tunjukkan dulu mana anggota PKI dan keturunannya sekarang ini serta dijelaskan peranan anggota PKI dan Jabatannya pada masa itu.

 

2. Kalau bukan anggota PKI dan merasa jadi korban segera diinvertarisir dan didata jangan melibatkan orang PKI atau keturunan PKI dalam aktivitasnya.

 

3. Bapak juga harus menginvertarisir serta mendata berapa korban pembunuhan yang dilakukan anggota PKI dan komunis terhadap TNI dan umat Muslim NU serta rakyat Indonesia??? Bapak bisakan? Bapak pahamkan? Kalau enggak paham dan enggak bisa, kami siap bantu.

 

4. Kalau anggota PKI dan keturunannya serta komunisme Indonesia saat ini menuntut peranan negara pada tahun 1965. Saya jelaskan ya Pak, mungkin Bapak kurang paham!

 

a) Pada tahun 1965 dan terjadinya G 30 S/PKI pemerintah dipimpin Soekarno di mana Soekarno sendiri berhubungan mesra dan sejalan dengan pemikiran PKI terhadap ideologi negara Pancasila dan UUD 1945.

 

b) Pada tahun 1965 hingga 1966 Soekarno menentang proses hukum terhadap pembunuh jenderal angkatan darat yang dilakukan oleh tentara yang menjadi anggota PKI dan organisasinya. Bagaimana PKI bisa mengatakan perasaan negara di mana????

 

c) Kenapa di masa pemerintahan Jokowi, baru anggota PKI berani melakukan tuntutan kepada pemerintah? Apa karena Bapak Jokowi bisa diajak kompromi dengan anggota PKI??? Tolong dong Pak jelaskan! Saya yakin Bapak pintar dan cerdas! Kan mantan jenderal! NKRI harga mati!!!! Siapa pun berpikir di luar Pancasila adalah makar !!!

 

Jgn membuat perwira seperti kami jadi ingin kudeta, kami sakit hati dan kecewa terhadap sikap Bapak yang mendukung mereka.

 

BANDUNG,12 MEI 2016

 

EKO ISMADI-DISJARAH TNI AD

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya