Ratih menjelaskan, acara ini tak jauh berbeda dengan diskusi dalam memperingati momentum Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei. Kegiatan ini tak lepas dari peran Pimpinan Pusat Muhammadiayah serta Aisyiah.
"Kenapa konvensi? Kok tidak diskusi? Karena kegiatan yang baru pertama ini akan dilakukan secara berkelanjutan," ucapnya.
Ratih memaparkan, KNIB digelar selama dua hari. Hari kedua pada Selasa 24 Mei 2016 rencananya ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla pada malam harinya. Namun, kehadiran JK juga belum dapat dipastikan.
Ratih menyebutkan, sejumlah pejabat yang akan mengisi panel diskusi, seperti Bupati Bojonegoro Suyoto; Walikota Bandung Ridwan Kamil; Walikota Surabaya Tri Rismahariani; Bupati Sorong Stefanus Malak; dan Bupati Batang Yoyok Riyosudibjo.
Selain itu, sejumlah tokoh seperti Amien Rais, Ahmad Syafii Maarif, Hasyim Muzadi, Jimly Asshidiqie, Busyro Muqoddas, Bachtiar Efendy, serta Chusnul Mariyah juga akan menjadi pembicara dalam sesi lainnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)