Igor menambahkan, Gerindra saat ini memiliki 15 kursi di DPRD DKI Jakarta, dan untuk bisa mengusung calon memerlukan minimal 22 kursi. Sehingga, masih membutuhkan tujuh kursi lagi. Merujuk dari kans Sandiaga Uno, sambung Igor, ia juga masuk radar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki 11 kursi di DPRD.
Sehingga mitra koalisi kuat dengan Gerindra untuk Pilgub DKI, kata Igor, adalah PKS dengan total kepemilikan 26 kursi. Hal tersebut dinilainya sudah cukup ideal dalam menghadapi Pilgub pada 2017 terlebih untuk kepentingan dan ideologis Koalisi Merah Putih. Selain dengan PKS, Gerindra juga bisa kembali berkoalisi dengan PDIP yang jelas memiliki 28 kursi.
"Di sini kelebihan Sandi Uno, fleksibilitasnya," ujarnya.
Sebagai kader Gerindra, kata Igor, pilihan Sandiaga Uno konsisten memilih maju lewat partai menunjukan bahwa ia turut melawan arus negatif deparpolisasi. Di mana isu tersebut berhembus kencang saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih kembali maju lewat jalur independen.
"Sandi Uno yang paling serius maju di Pilgub DKI 2017, tanpa permusuhan dalam menyerang pribadi Ahok, kecuali program kerjanya untuk warga DKI Jakarta. Apalagi Sandi Uno juga sudah menggaet mantan ketua tim komunikasi Jokowi-Ahok, Budi Purnomo Karjodihardjo sebagai koordinator media centernya. Keseriusan yang dibuktikan dengan kerja nyata adalah poin penting yang dilihat penduduk Jakarta," katanya.
(Arief Setyadi )