Tantang KPK, Lulung Sindir Ahok Pemimpin Antikritik

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Selasa 31 Mei 2016 13:39 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Lulung), menanggapi tantangan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang meminta pembuktian terbalik terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Lulung menilai sikap dari mantan Bupati Bilitung tersebut telah melangkahi kewenangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tengah menangani kasus tersebut.

Menurutnya, seharusnya Ahok menunggu hasil dari penyelidikan‎ yang dilakukan lembaga antirasuah.

"Ya dia (Ahok) tidak mau dijustifikasi oleh orang. Tapi, dia mau nuntut balik gitu. Masalahnya apa? Ini kan persoalannya masih prematur, seharusnya kita hargai KPK," kata Lulung saat dihubungi, Selasa (31/5/2016).

Politikus PPP ini menjelaskan, tindakan Ahok tersebut mencerminkan bahwa dirinya merupakan sosok pemimpin yang antikritik. "Ini kan gubenur tipe orang yang enggak mau dikritik. Sekarang begini, masyarakat punya hak mengkritik dia soal Sumber Waras," jelas Lulung.

Ia menambahkan, saat ini warga DKI memiliki hak untuk mendesak KPK segera menindaklanjuti kasus RS Sumber Waras.

Sebab, berdasarkan hasil laporan pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan ada kerugian negara dalam pembelian lahan rumah sakit yang diperuntukkan ‎bagi pengidap penyakit kanker dan jantung.

Lulung mengatakan, masyarakat bukan mau menyudutkan Ahok, namun mengkritisi KPK terkait penegakan hukum.

"Punya alasan dong masyarakat. Apa alasannya, LHP BPK ternyata ada kerugian negara, uang rakyat yang dikelola pemerintah sebesar Rp191 miliar terhadap pembelian lahan di RS Sumber Waras," bebernya.

Oleh karena itu, Lulung berharap banyak ke KPK dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi RS Sumber Waras.

"Ya sekarang kita tinggal tunggu waktu dalam lidik. Masyarakat juga melakukan presure terhadap KPK. Ini kan hak semua rakyat. Rakyat yang dirugikan," tuturnya.

Sebelumnya, Ahok meminta lawan politiknya tidak menyebarkan fitnah jelang Pilgub DKI Jakarta 2017.

Ahok menantang seluruh pejabat melakukan pembuktian terbalik terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan di RS Sumber Waras.

"Jangan asal ngomong deh, kita ada PPATK. Bukti aliran dana seluruh pejabat, gaya hidupnya, mobilnya, rumahnya. Kita buka saja, sudah gitu lho. Jadi enggak usah fitnah-fitnah lah," kata Ahok, kemarin.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya