BANGKOK – Warga Thailand merayakan 70 tahun bertakhtanya Raja Bhumibol Adulyadej. Raja berusia 88 tahun itu dinobatkan sebagai penguasa Negeri Gajah Putih sejak 9 Juni 1946. Hal itu menjadikannya Raja dengan waktu berkuasa paling lama di dunia.
Sebuah ibadah diselenggarakan oleh sekira 770 biksu Buddha di Bangkok, Thailand pada Rabu 8 Juni 2016 malam waktu setempat. Warga lokal diimbau untuk mengenakan pakaian berwarna kuning sebagai simbol kerajaan, penghormatan, loyalitas, dan rasa syukur.
(Biksu Budhha mendoakan Raja Bhumibol. Foto: Jorge Silva/Reuters)
Sayangnya, Raja Bhumibol melewatkan perayaan tersebut. Pria kelahiran 5 Desember 1927 itu baru saja melakukan operasi jantung pada Selasa 7 Juni 2016 untuk membersihkan pembuluh darahnya. Biro Rumah Tangga Kerajaan mengumumkan bahwa operasi tersebut berlangsung dengan sukses.
Terakhir kali Raja Bhumibol terlihat di muka umum adalah pada Desember 2015 ketika dia memarahi sejumlah hakim di Rumah Sakit Bangkok. Selama enam tahun terakhir Raja Bhumibol menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tersebut.
Warga Thailand memandangnya sebagai simbol stabilitas negara di tengah kondisi politik yang bergejolak. Simbol tersebut diyakini tidak akan pernah dicapai anak-anaknya termasuk sang pewaris takhta Pangeran Vajiralongkorn.
“Hubungan antara warga Thailand dan Raja sangat erat, sangat sulit untuk dijelaskan. Dia adalah ayah bagi Thailand,” ucap juru bicara junta militer Kolonel Winthai Suvaree, seperti dimuat Asian Correspondent, Kamis (9/6/2016).
Bank Thailand mengumumkan akan merilis uang kertas senilai 70 baht dalam edisi spesial untuk merayakan bertakthanya sang Raja. Namun, uang kertas tersebut hanya dicetak terbatas dengan jumlah 20 juta lembar.