PARIS – Tiga warga Rusia dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh Pengadilan Prancis atas peran mereka dalam kerusuhan yang terjadi di Marseille pekan lalu. Mereka termasuk dalam 43 pendukung tim nasional (Timnas) Rusia yang ditangkap di atas bus dalam perjalanan menuju Lille.
(Baca juga: Menlu Rusia Tuduh Negara Lain Provokatif di Euro 2016)
Seperti diberitakan, pendukung Rusia dan Inggris terlibat bentrokan jelang pertandingan penyisihan Grup B Piala Eropa 2016 dalam perjalanan menuju Stadion Stade Velodrome, Marseille pada Sabtu 11 Juni 2016. Bentrokan berlanjut setelah pertandingan usai.
(Baca juga: Jelang Rusia vs Inggris, Pendukung Kedua Tim Bentrok)
Selain dijatuhi hukuman penjara, ketiganya juga mendapat hukuman tambahan, yakni dilarang masuk Prancis selama dua tahun. Pria bernama Alexey Yerunov dihukum dua tahun, Sergey Gorbachev dihukum 18 bulan, dan Nikolay Morozov satu tahun penjara. Yerunov dan Gorbachev diketahui sebagai salah satu petinggi di serikat pendukung Rusia.
(Surat penahanan salah satu pendukung Rusia. Foto: Alexander Shprygin/Twitter)
“Saya minta maaf. Saya akui berada di Marseille saat kerusuhan tetapi tidak memukul siapa pun. Tangan saya bersih,” elak Gorbachev, seperti diwartakan Russia Today, Jumat (17/6/2016). Sebanyak 20 orang pendukung lain yang ditahan akan diekstradisi dari Prancis dan 20 lainnya dibebaskan dari tahanan tanpa dijatuhi hukuman tambahan.
Konsulat Jenderal Rusia di Marseille, Sergey Molchanov, menyatakan warganya akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan tersebut. “Staf Konsulat dan pengacara bekerja pada rencana untuk tindakan di masa depan. Tetapi, tentu saja kami akan banding,” tuturnya.