Gulen Tak Kunjung Diekstradisi, Sentimen Anti-AS Merebak di Turki

Ahmad Taufik , Jurnalis
Selasa 09 Agustus 2016 17:36 WIB
Presiden Erdogan pidato dalam kampanye antikudeta di Turki (Foto: AFP)
Share :

ANKARA – Pascakudeta militer, paksaan kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengekstradisi Fethullah Gulen semakin merebak. Namun, permintaan Ankara tidak disambut baik oleh Washington. Hingga saat ini, Gulen yang dituduh sebagai otak di balik kudeta tak kunjung diserahkan Pemerintah AS.

Padahal, Turki telah menyerahkan dokumen kedua terkait keterlibatan Gulen dalam kudeta militer. Tapi, AS tampaknya tidak gentar dengan gertakan-gertakan yang muncul dari mulut pemimpin tertinggi di Turki, Presiden Erdogan. Lambatnya keputusan AS untuk mengekstradisi Gulen membuat sentimen anti-AS memuncak di seluruh kawasan Turki.  

Menteri Bekir Bozdag mengatakan, sentimen anti-AS ini terus memuncak di Turki akibat Gulen tak kunjung diserahkan. Bahkan, Kementerian Kehakiman Turki menyebutkan AS tidak seharusnya mengorbankan persahabatan dengan Ankara. Demikian sebagaimana dilansir CBS News, Selasa (9/8/2016).

Di Turki, isu kudeta militer telah menjadi perhatian banyak pihak. Meskipun (sebelum kudeta) dikritik oleh banyak pihak, pascakudeta Presiden Erdogan kembali didukung sebagian besar warga Turki. Hal ini terlihat dari jutaan rakyat Turki yang ikut menghadiri pidato Erdogan dalam kampanye antikudeta dalam pekan ini di Taqsim Square.

Selama ini, Presiden Erdogan menuduh Fethullah Gulen merupakan dalang di balik kudeta militer. Karena itu, segala hal yang terkait dengan Gulen mulai dari institusi kepolisian, kehakiman, pendidikan dan militer langsung dibersihkan oleh Presiden Erdogan. Tindakan ini merupakan upaya Presiden Erdogan untuk mengontrol negara secara penuh.

Kendati Pemerintah Turki telah mengirimkan dokumen kedua bukti keterlibatan Gulen, AS tetap berkilah bahwa bukti tersebut masih belum lengkap dan ulama yang tinggal di Pennsylvania tak kunjung diserahkan. 

(Ahmad Taufik )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya