Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan
Master di bidang International Security and Economic Policy dari University of Maryland itu berpendapat, karakter menjadi pusat dalam pendidikan. Pendidikan karakter, sebut Anies, sebaiknya jangan dipahami sebagai pengajaran, tetapi menjadi proses pembiasaan. Ia percaya, kekayaan suatu bangsa bukan ditentukan oleh tambang ataupun sumber daya alam lainnya, melainkan ditentukan oleh kualitas manusianya.
"Karakter itu pembiasaan. Karakter disiplin berarti terbiasa disiplin, karakter sopan terbiasa sopan. Nah, selama ini kita seringnya mengaitkan pendidikan karakter pada pengetahuan. Oleh karena itu, saat tes di atas kertas pengetahuan tentang kejujurannya tinggi, tetapi praktiknya tidak jujur," tuturnya.
Prioritas Anies terkait penumbuhan karakter terekam lewat beberapa kebijakan yang dikeluarkan semasa menjadi Mendikbud. Bahkan, Mantan Rektor Universitas Paramadina ini mendapat banyak apresiasi ketika menghapus MOS yang berbau perpeloncoan. Anies berhasil menciptakan budaya baru di mana siswa baru tak perlu memakai atribut aneh selama MOS dan bebas dari kekerasan senior.
"Saya sempat mengirimkan surat kepada para guru dan kepala sekolah. Saya titip agar mereka meneruskan gerakan sekolah sebagai taman yang menyenangkan. Taman yang ada tantangan tapi menyenangkan, dan bukan tempat bersenang-senang. Kalau itu terjadi, maka yang muncul adalah kecintaan pada belajar. Inilah yang harus ditumbuhkan sehingga jangan sampai belajar diartikan dengan meraih angka, meskipun mengejar akademis tetap penting," jelasnya.
Menikmati Waktu Luang
Lepas jabatan sebagai orang nomor satu di jajaran Kemdikbud tak membuat Anies kehilangan kesibukan. Namun, pria yang ikut mengantarkan Presiden Joko Widodo ke kursi RI 1 itu mengaku, kini dia lebih punya banyak waktu untuk keluarganya. Kegiatannya pun lebih banyak dihabiskan di rumah sembari melakoni hobinya lamanya yang sempat tertunda, yakni memelihara burung.
"Saya masih menikmati masa istirahat, belum mau memikirkan rencana ke depannya. Banyak sesuatu yang bisa dibilang selama dua tahun ini tidak sempat dilakukan, termasuk waktu di rumah. Seperti tadi anak saya pulang sekolah, mereka merasa tumben bapaknya ada di rumah. Sekarang saya lagi break menikmati waktu yang kosong ini," pungkasnya seraya tersenyum.
(Amril Amarullah (Okezone))