"Nanti setelah ditarik kami kembalikan lagi ke Distributor. Ini kan masih baru dan belum lama juga. Secepatnya kami akan menghubungi pihak distributor," terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Islam Walisongo Kabupaten Mojokerto mengaku tak tahu menahu perihal pengadaan buk LKS itu. Menurutnya, pengadaan buku penunjang di sekolah yang dipimpinnya itu diserahkan sepenuhnya kepada pihak guru.
"Maka dari itu nanti kita rapatkan dulu bagaimana pasca dilakukan penarikan. Harapannya nanti bisa dapat ganti karena itu menjadi tanggungjawab percetakan. Namun itu saya kembalikan lagi ke guru saja," ungkapnya.
Dia pun berharap, hal ini menjadi pelajaran bagi pihak penerbit. Sehingga ke depan pihak penerbit lebih memperhatikan dalam menyusun buku dan hal seperti ini tidak akan terulang kembali. "Saya minta pengertian dari penerbit kalau bisa jangan ada gambar-gambar seperti itu. Karena ini untuk anak didik," tandasnya.
(Risna Nur Rahayu)