MOJOKERTO – Beredarnya buku lembar kerja siswa (LKS) mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan cover yang ditengarai melecehkan simbol negara di Mojokerto kian berbuntut panjang. Pihak sekolah pun berencana menarik buku tersebut dari siswa.
Soetjahjo Moedji, kepala SMK Islam Walisongo, Kabupaten Mojokerto, mengatakan hingga saat ini buku LKS kelas XI semester ganjil tersebut masih dimiliki siswa. Pihak sekolah baru akan melakukan rapat koordinasi dengan para guru terkait buku itu.
"Rencananya kita lakukan penarikan, tapi tidak hari ini, karena kami masih akan rapat dengan guru. Pekan depan, siswa kami minta untuk membawa LKS-nya dan dilakukan penarikan," ungkap Soetjahjo kepada Okezone, Jumat (12/8/2016).
(Baca : Buku LKS Lecehkan Simbol Negara Beredar di Mojokerto)
Ia menambahkan, buku LKS dengan cover burung garuda sedang mencengkeram bendera merah putih kusut yang diterbitkan dan dicetak oleh percetakan Aviva asal Klaten, Jawa Tengah, itu sudah meresahkan siswa. Para siswa sudah merasa keberatan dengan cover buku itu.
"Jangankan siswa, para guru dan saya sendiri terus terang saja merasa keberatan kalau lambang negara dibuat seperti itu. Makanya, keputusannya kita tarik bukunya," terang dia.
Soetjahjo menuturkan, buku LKS mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan cover kontroversial itu sudah dua kali diterima pihak sekolah dari percetakan yang sama. Pada 2015, buku kelas X mata pelajaran yang sama juga menggunakan cover diduga melecehkan simbol negara.
(Ulung Tranggana)