JAKARTA - Sedikitnya sudah tiga warga negara Indonesia (WNI) berstatus mahasiswa yang ditahan pemerintah Turki terkait afiliasi dengan Gerakan Hizmet dan yayasan yang didirikan Fethullah Gulen. Ulama tersebut merupakan oposisi Presiden Recep Tayyip Erdogan yang dituding sebagai dalang kudeta militer pada pertenghan Juli lalu.
Upaya pendampingan setelah ditahan saja dirasa pemerintah Indonesia tidak cukup untuk menangani hal ini. Oleh karena itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi berinisiatif memetakan seluruh WNI pelajar yang saat ini ada di Turki. Retno mengungkap, gagasan ini telah dia bahas melalui video conference dengan Konjen RI di Istanbul pada Senin 22 Agustus sekira pukul 14.00 WIB.
"Kemarin saya bahas mapping mahasiswa yang mendapat beasiswa Pasiad (dari Turki). Ada di mana saja mereka dan kondisi mereka sekarang bagaimana, penanganannya juga seperti apa. Semua itu saya tanyakan," tuturnya, usai penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) 'Pencegahan dan penanganan WNI terindikasi atau korban TPPO di luar negeri' di Gedung Nusantara, Kemlu RI, Jakarta Pusat pada Selasa (23/8/2016).
Dari hasil komunikasi itu, data yang didapat antara lain total WNI yang melanjutkan pendidikan di Turki saat ini ada 738 orang. Mereka yang menjadi mahasiswa di sana melalui jalur beasiswa Pasiad ada 248 orang. Empat di antaranya penerima beasiswa S-2, sisanya adalah S-1.
Ratusan penerima beasiswa Pasiad itu tersebar di 20 kota di Turki. Paling banyak ada di Istanbul dan sekitarnya, yaitu 62 orang. Kedua terbanyak ada di Ankara yaitu 59 orang, berikutnya di Kayseri 27 orang.
"Kemudian saya juga memetakan mereka dari berapa provinsi di Indonesia. Ke-248 orang itu datang dari 16 provinsi di Indonesia. Kebanyakan dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Aceh. Sebagian ada yang belum teridentifikasi, tapi kami sudah dapat garis besarnya," beber Menlu.
Pemetaan ini penting, karena selanjutnya hal ini hendak dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terkait mengenai kelanjutan pengiriman mahasiswa penerima beasiswa Pasiad ke Turki. Kelanjutan beasiswa Pasiad juga akan dibicarakan dengan Menristekdikti, LPDP dan Mendikbud.Lalu dengan data yang ada, mereka akan dipantau.Khususnya,apakah pendidikan mereka terkait dengan instansi yang sedang bermasalah dengan pemerintah setempat. Kemudian kelanjutan pendidikan mereka di sana bagaimana.
(Silviana Dharma)