JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan sinyal positif mengenai kondisi dua kapal tanker milik PT Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz. Otoritas Iran disebut telah memberikan sinyal positif terkait izin melintas dua kapal Indonesia yang mengangkut total sekitar 2 juta barel minyak mentah (crude).
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan keputusan untuk perizinan kapal agar keluar dari Selat Hormuz ada di tangan otoritas Iran.
"Sampai saat ini keputusan untuk perizinan kapal-kapal itu dari pihak Iran memang sudah diputuskan," kata Nabyl kepada awak media di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Meski ada lampu hijau dari Iran, Nabyl mengatakan, saat ini Kemlu masih terus koordinasi dengan otoritas Iran. "Tapi memang ada koordinasi di internal mereka juga yang karena kondisi di sana belum bisa semuanya diterapkan. Jadi kapal sejauh ini masih dalam tahap tersebut," ucapnya.
"Sudah ada tanggapan positif tapi memang perlu untuk ada di lapangan yang banyak ditentukan juga oleh kondisi-kondisi di lapangan," katanya.
Nabyl memastikan, dua kapal tanker Pertamina tersebut saat ini masih berada di Selat Hormuz. "Masih di sana."
"Teknisnya memang masih kita lakukan pembicaraan termasuk oleh KBRI di Teheran dengan pihak-pihak di sana. Spesifiknya itu cukup banyak ya teknisnya di sana," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.