Sejarah Dunia: Badai Katrina Sapu Pantai Timur Amerika Serikat

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 29 Agustus 2016 08:01 WIB
Citra udara memperlihatkan kerusakan yang diakibatkan Badai Katrina di New Orleans, 30 Agustus 2005. (Foto: Reuters)
Share :

WARGA Amerika Serikat (AS) khususnya yang berada di wilayah Pantai Timur tidak akan pernah melupakan musibah Badai Katrina yang melanda mereka pada 29 Agustus 2005. Badai tersebut tercatat sebagai bencana alam terburuk yang pernah melanda Negeri Paman Sam sepanjang sejarah.

Badai Katrina mulai menghampiri AS pada 25 Agustus 2005 di Florida. Badai hanya masuk dalam Kategori 1 dalam Skala Saffir-Simpson (SSHWS). Kategori 1 berarti kecepatan angin maksimal mencapai 153 kilometer/jam (km/jam). Tak butuh waktu lama, Badai Katrina makin lama makin kuat.

Badai lalu menyapu wilayah Pantai Timur AS atau yang juga dikenal dengan Pantai Teluk Amerika Serikat. Katrina menyebabkan kerusakan parah di New Orleans, Mississippi, Alabama, dan Louisiana. Wali Kota New Orleans saat itu, Ray Nagin, meminta warganya untuk segera menyelamatkan diri.

Sayangnya, sekira 150 ribu orang mengabaikan perintah tersebut. Mereka memilih untuk tetap tinggal. Kecepatan angin membesar hingga 235 km/jam atau mulai memasuki Kategori 5 dalam SSHWS. Angin menghancurkan fasilitas umum seperti saluran listrik dan menghancurkan rumah-rumah.

Angin juga disertai curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan Danau Pontchartrain dan Sungai Mississippi meluap. Akibatnya, New Orleans yang berada 1,8 meter di bawah permukaan laut, terendam air bah. Sekira 80 persen kota digenangi air bah hingga lantai dua rumah tingkat dan bangunan kecil lainnya.

Rumah-rumah di New Orleans, Lousianan tergenang air sepekan setelah Badai Katrina, 5 September 2005. (Foto: Reuters)

Katrina terus menyapu AS hingga 1 September 2005. Korban tewas akibat Badai Katrina mencapai lebih dari 1.300 orang. Kerugian yang diderita mencapai USD150 miliar (setara Rp1.990 triliun) akibat kerusakan fasilitas umum dan properti pribadi. Sekira satu juta orang harus kehilangan tempat tinggal akibat disapu Badai Katrina serta 400 ribu orang kehilangan pekerjaan.

Bantuan dana dari dunia internasional berdatangan ke AS, termasuk dari negara-negara miskin seperti Bangladesh dan Sri Lanka. Donasi dari sesama warga AS sendiri berhasil mencapai USD600 juta (setara Rp7,9 triliun). Grup Band Green Day dan U2 kemudian menyanyikan ulang lagu milik grup band Skids berjudul “The Saints Are Coming”. Hasil penjualan lagu itu murni disumbangkan untuk korban Badai Katrina.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya