MUNICH - Lembaga penelitian terkemuka di Jerman menemukan sisa-sisa otak dan tubuh warga Yahudi korban eksperimen dokter Nazi, Josef Mengele, yang disimpan secara rahasia. Dokter ini dijuluki sebagai “malaikat maut” Nazi karena melakukan eksperimen mengerikan pada manusia korban holocaust.
Sisa-sisa otak dan tubuh korban ditemukan di sebuah laboratorium di Max Planck Psychiatric Institute di Munich saat direnovasi pada tahun lalu. Temuan itu diungkap media-media Israel pekan ini.
Josef Mengele merupakan dokter di kamp kematian Nazi di Auschwistz, Polandia. Dia dikenal melakukan eksperimen pada manusia tanpa anestesi atau bius.
Pihak Max Planck Institute mengklaim sampel temuan mereka pernah digunakan oleh peneliti otak era rezim Nazi, Julius Hallervorden. Peneliti ini pernah menjabat sebagai kepala departemen neuropatologi di sebuah institut yang kemudian dikenal sebagai Kaiser Wilhelm Institute, pada tahun 1938.
“Kami malu dengan temuan ini, dan kecacatan dari penemuan mereka di arsip,” kata pihak Max Planck Psychiatric Institute di situsnya, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (2/9/2016).