”Kami akan memperbarui masyarakat dengan informasi lebih lanjut yang datang untuk pencerahan dengan transparansi yang lengkap,” lanjut lembaga peneliti itu.
Yad Vashem, museum Holocaust di Yerusalem, Israel, mengaku tidak pernah menyadari adanya sampel organ manusia korban eksperimen “malaikat maut” Nazi tersebut.
Profesor Dan Machman, Direktur Pusat Internasional untuk Riset Holocaust di museum, mengatakan kepada sebuah stasiun radio Israel: ”Ini mengejutkan, meskipun tidak sepenuhnya. Kami tahu bahwa percobaan yang dilakukan dan yang tidak, semuanya terhapus dan dikubur.”
Dari tahun 1940 sampai 1945, ratusan otak dari korban pembunuhan massal, pasien sakit jiwa dan cacat mental pada waktu itu diperiksa secara ilmiah di Kaiser Wilhelm Institute for Brain Research (KWI) di Berlin. Karena menjadikan otak dan tubuh korban pembunuhan massal itu sebagai eksperimen, dokter Josef Mengele dinyatakan sebagai penjahat perang Nazi.
(Rahman Asmardika)