“Si korban anak-anak ini kelak dia akan jadi gay juga yang dia akan jadi sangat aktif. Anak-anak akhirnya menikmati. Anak kecil itu ketika penisnya dipegang dia bisa ereksi, itu nikmat. Nah, kenikmatan waktu kecil ini itu selalu membayang di masa yang akan datang. Karena ada kenikmatan-kenikmatan yang tidak dapat dinikmati dari yang lain. Dan kelompok gay itu umumnya juga korban,” jelasnya.
Faktor selanjutnya ialah saat orang kurang mendapat kasih sayang dari keluarga atau lawan jenis. Mirisnya, saat sang anak mengalami kondisi tersebut justru orang sesama jenisnya lah yang memberikan ia perhatian.
“Selanjutnya karena KBKS (kurang belaian kasih sayang) dari situ diperhatikan sesama jenis kok enak, kok enak ya bablas,” tukasnya.
(Arief Setyadi )