JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra meminta maaf kepada masyarakat dan segenap simpatisan yang telah mendukungnya, terkait batalnya ia maju dalam pertarungan pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.
“Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada warga masyarakat, terutama dari lapisan bawah yang telah memberikan dukungan kepada saya. Itulah realitas politik yang kita hadapi,” kata dia dalam pernyataan resminya yang diterima Okezone, Jumat (23/9/2016).
Yusril mengatakan, keputusan yang telah diambil oleh partai-partai non pendukung petahana mungkin telah membuat rasa puas pada sebagian warga masyarakat, namun bisa pula menimbulkan rasa kecewa pada sebagian lainnya.
Ia menambahkan, bahwa upaya ia dan segenap elemen yang mengusahakan agar dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut tidak berhasil, semuanya ia serahkan kepada kehendak Yang Maha Kuasa.
“Saya dan keluarga serta teman-teman seperjuangan tetap sabar dan tabah menghadapinya,” ujar dia.
Menurutnya, perjuangan dalam membangun demokrasi, menegakkan hukum dan keadilan, serta membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan serta menegakkan kedaulatan rakyat dan martabat bangsa dan negara masih jauh dan masih panjang.
“Kita tetap harus sabar dalam berjuang, dengan mengorbankan apa saja yg perlu dikorbankan. Politik bukanlah sebuah permainan kekuasaan dengan menonjolkan kepentingan sesaat, tetapi sebuah pengabdian yang tulus kepada rakyat, bangsa dan negara untuk memajukannya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengucapkan selamat kepada pasangan Agus dan Sylviana dari "Koalisi Cikeas" dan pasangan yang hari ini juga namanya akan diumumkan oleh Koalisi Gerindra dan PKS untuk bertarung dalam memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas segala bantuan, pengorbanan dan dukungan yang datang dari begitu banyak orang dalam proses pencalonan gubernur DKI Jakarta ini. Saya mohon maaf pula, jika saya telah mengecewakan para pendukung karena ketidakberhasilan saya maju sebagai calon. Saya memetik hikmah dan sekaligus introspeksi atas semua yang terjadi,” pungkasnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)