DARFUR - Berdasarkan catatan Amnesti Internasional, Pemerintah Sudan diduga telah menggunakan senjata kimia untuk melawan penduduk Darfur. Menanggapi kondisi ini, PBB menyebut hal ini sebagai salah satu konflik kemanusiaan terburuk di dunia.
Bahkan, Amnesti Internasional juga menyebut serangan tersebut telah menargetkan kelompok sipil dan dapat dikategorikan kepada kejahatan perang. Kendati demikian, Pemerintah Sudan menyangkal tuduhan tersebut dan menyebut berita penggunaan senjata kimia hanya sebuah rumor. Demikian sebagaimana dilansir CNN, Kamis (29/9/2016).
Sejumlah saksi yang menjadi korban mengatakan serangan tersebut telah memunculkan asap berwarna biru dan menimbulkan bau seperti telur busuk. Setelah terkena paparan asap, sejumlah orang mengatakan kulit mereka menjadi putih dan berbau busuk atau mengeras.
“Ketika bom meledak, saya menghirup udara beracun yang masih saya cium hingga saat ini,” ujar salah satu saksi. Bahkan, sejumlah anak sempat mengalami muntah darah. “Anak saya masih bisa berjalan sebelum adanya penyerangan. Saat ini, ia hanya menangis,” tambah orang tua korban.
Sejumlah gambar yang diambil oleh Amnesti Internasional menunjukkan foto anak-anak terinfeksi, kulit mengelupas, dan mengalami luka.