Tuduhan adanya penggunaan senjata kimia muncul saat terjadi penyerangan tentara Sudan dan sekutunya melawan kelompok oposisi bersenjata Sudan Liberation Army-Abdul Wahid (SLA-AW). Mereka selama ini beroperasi di kawasan Jebel Marra.
Sementara itu, Pemerintah Sudan menuduh kelompok tersebut melakukan penyerangan terhadap kendaraan sipil dan militer. Sejak operasi militer Sudan dimulai pada Januari, Amnesti Internasional mencatat 250 orang terbunuh akibat serangan senjata kimia.
Bahkan, laporan itu juga mencurigai tentara Sudan yang menargetkan warga sipil. Itu disebabkan sejumlah besar serangan terhadap warga tidak mengenai posisi tentara oposisi. Karena itu, serangan itu diduga kuat menargetkan populasi penduduk sipil.
(Ahmad Taufik )