YOGYAKARTA - Malam 1 Muharam atau 1 Suro biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi lokasi tertentu. Salah satunya, pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, yang biasanya ramai dikunjungi warga.
Komandan SAR Pantai Parangtritis, Ali Joko Sutanto, mengungkapkan, pihaknya menyiapkan personel penuh saat malam 1 Suro, yakni sebanyak 17 orang ditambah personel Polair Polda DIY. Penjagaan ini penting karena gelombang pantai selatan DIY cukup tinggi.
"Pelru adanya pendampingan dari anggota SAR saat melakukan ritual kungkum atau mandi di laut," katanya saat dihubungi Jumat (30/9/3016).
Dijelaskannya, saat ini di sekitar Pantai Parangkusumo muncul palung laut yang bisa sewaktu-waktu menyeret warga yang sedang melakukan ritual mandi di laut.
Apalagi biasanya ada sebagian masyarakat ada yang mandi dan melepaskan sesaji. "Lebih baik masyarakat melaporkan ke petugas SAR," imbuhnya.
Ali mengatakan, pada malam 1 Suro, baik ritual labuhan atau mandi di Pantai Parangkusumo belum ada kasus kecelakaan di laut yang terjadi karena warga yang akan melakukan ritual selalu berkoordinasi dengan anggota.
"Pantauan utama di sekitar pantai Parangkusumo, dan kami berharap tidak ada peristiwa yang tidak diinginkan," ujarnya.
Sementara, sekertaris SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, untuk menyambut malam 1 Suro seluruh personil SAR yang berjumlah 55 orang siaga penuh. Sebab, biasanya kawasan pantai selatan akan menjadi favorit pengunjung.
"Kita siaga 24 jam, karena pengalaman tahun sebelumnya setiap malam 1 Suro ramai dikunjungi wisatawan," katanya.
Pengamanan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sebab, akan ada hiburan wayang kulit di Pantai Baron, Pantai Drini, dan Pantai Kukup.
(Angkasa Yudhistira)